Artikel Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam
karya Hasyim Hasanah

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Ilmu Dakwah
Dosen Pengampu: Hasyim Hasanah




Disusun Oleh:
               Alifa Fadila    (1801056012)



MANAJEMEN HAJI DAN UMROH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2019



BAB I
Pendahuluan


A.    Latar Belakang
Artikel ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Dakwah” dosen pengampu ibu Hasyim Hasanah. Adapan yang akan dibahas mengenai komentar dan Analisis Artikel berjudul “Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam” karya Hasyim Hasanah. Diharapkankan dengan pembahasan ini dapat membantu pembaca dalam memahami artikel tersebut dan menambahkan wawasan serta pengetahuan khususnya dalam mata kuliah Ilmu Dakwah serta sebagai pertanggungjawaban atas pemenuhan tugas mata Kuliah Ilmu Dakwah yang telah diberikan.

B.     Rumussan Masalah
1.      Apakah Tujuan dan Pembahasan apa saja yang dibahas dalam artikel tersebut?
2.      Bagaimana sudut pandang penulis terhadap artikel tersebut ?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Tujuan dan Pembahasan Artikel “Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam” karya Hasim Hasanah. 
      a)      Tujuan
Dalam artikel “Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam” karya Hasim Hasanah tepatnya dalam halam 132 disebutkan :
“Penelitian ini secara teoretis diharapkan dapat melengkapi informasi ilmiah tentang pengembangan Dakwah melalui Sistem Komunikasi Islam. Manfaat praktis bagi Fakultas dakwah dan komunikasi, khususnya jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dapat menentukan arah pengembangan dakwah, mengembangkan sistem komunikasi sebagai acuan menyusun kebijakan pengembangan kurikulum berbasis system, serta memasukkan struktur matakuliah pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi”
Dari penyataan tersebut menjelaskaan bahwa penelitian dibuat dengan dua dimensi tujuan, yaitu pertama dimensi teoritis penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan serta mengembangkan informasi terkait Dakwah melalui sistem komunikasi Islam.
Kedua secara Praktis, yaitu menentukan arah pengembangan dakwah, mengembangkan sistem komunikasi sebagai acuan menyusun kebijakan pengembangan kurikulum berbasis system, serta memasukkan struktur matakuliah pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.



      b)      Pembahsan Materi
Adapun pembahasan artikel “Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam” karya Hasim Hasanah diawali dengan penjelasan Perkembangan Teknologi dan Informasi pada abad sekarang ini, lalu dihubungkan dengan pemanfaatan ilmu komunikasi dalam pengembangan ilmu dakwah, serta diberikan alternatif arah pengembangan dakwah dalam sistem komunikasi Islam secara teoritis maupun praktis yaitu sistem pers dakwah (secara teoritis) dan teknologi dakwah (secara praktis terapan). Dalam artikel juga dipetakan 7 sub bab pembahasan sebagai berikut :
1.      Konstruksi ilmu pengetahuan
2.      Komunikasi Islam berbasis Ilmu Dakwah
3.      Arah pengembangan Dakwah
4.      Sistem Komunikasi Islam
5.      Konsep Dasar Sistem Komunikasi Islam
6.      Pengembangan dakwah melalui sistem komunikasi Islam
7.      Implikasi Sistem Komunikasi Islam bagi Dakwah Islamiah
Dan diakhiri dengan Kesimpulan.

Adapun Analisis masing-masing sub-Bab akan dijelaskan kembali oleh penulis dengan bahasa yang lebih mudah disertai dengan beberapa sumber bacaan yang diharapkan dapat sekaligus mengoreksi kebenaran teori-teori yang disampaikan dalam artikel “Arah Pengembangan Dakwah Melalui Sistem Komunikasi Islam” karya Hasim Hasanah. Adapun pembahsannya sebagai berikut :
1.      Konstruksi ilmu pengetahuan
Dalam Kontraksi Ilmu Pengetahuan dijelaskan tentang perkembangan ilmu pengetahuan bukanlah terjadi secara kumulatif, tetapi terjadi secara revolusioner dan selanjutnya menjadi paradigm keilmuan.
Pernyataan ini dikuatkan dengan teori struktur revolusi saintifik oleh Thomas Kuhn :
“History, if viewed as a repository for more than anecdote or chronology, could produce a decisive transformation in the image of science by which we are now possessed.”[1]
Dalam bukunya The Structure of Scientific Revolution ia menjelaskan suatu teori baru terkait ilmu pengetahuan yang mengacu pada proses perkambangan ilmu pengetahuan itu sendiri ketimbang pada produk yang dihasilkannya. Pernyataannya diperkuat oleh James Marcum.



[1] Thomas S. Kuhn, The Structure of Scientific Revolution 3rd Edition, (Chicago: University of Chicago Press, 1996), hlm. 1



Dalam perkembangan suatu ilmu pengetahuan termasuk ilmu komunikasi, akan senantiasa muncul suatu spesialisasi fokus kajian dan metodologi yang digunakan dalam bentuk teori-teori. Adapun upaya memahami suatu teori dalam ilmu-ilmu sosial dapat dilakukan dengan cara memahaminya pada tiga dimensi yaitu pada tingkat analisa utamanya, asumsi-asumsi dasar yang melatar belakanginya, dan pokok perhatian yang menjadi titik tekan kajiannya. Disini dijelasaknnya juga bahwa sebuah teori tidak akan bersifat absolut karena akan dipengaruhi oleh asumsi-asumsi implisit dan kebenaran yang diterima begitu saja (taken for granted), tidak bisa sepenuhnya hilang dari diri seorang teoritisi dalam membangun sebuah teori apalagi kondisi social yang selalu berubah-ubah sesuai perkembangan zaman. Perkembangan ilmu sosial dalam Islam memberikan kerangka dasar dan pijakan yang lebih kuat.[2]

1.      Komunikasi Islam berbasis Ilmu Dakwah
Dalam sub-bab ini dijelaskan komunikasi ataupun dakwah secara khusus tidak memiliki kesamaan, namun secara umum kesamaan antara komunikasi dan dakwah terletak pada pesannya, dimana pesan pada keilmuan bidang komunikasi lebih bersifat umum sedangkan pesan yang ada dalam keilmuan bidang dakwah lebih khusus pada bidang keagamaan Islam (islamisasi). Dijelaskan pula wujud dari aktivitas dakwah dalam proses komunikasi Islam yang terjadi di masyarakat melibatkan dua dimensi besar yaitu kerisalahan dan kerahmatan. Dimensi kerisalahan menyangkut upaya penyampaian pesan secara benar dan sempurna (efektif dan efisien), sedangkan dimensi kerahmatan yaitu mencakup pengaplikasian nilai-nilai kebenaran dan keshalihan.[3]






[2] Johnson, Doyle Paul, “Teori Sosiologi Klasik Dan Modern (Jilid 1)”, (Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 1988),hlm. 6-7
[3] Kusnawan, Aep, Napak Tilas Perjalanan : Dari Dakwah ke Ilmu Dakwah, dalam, Dimensi Ilmu Dakwah : Tinjauan Dakwah dari Aspek Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, hingga Paradigma Pengembangan Profesionalisme ,(Bandung: Widya Padjajaran, 2009), hlm. 16



1.      Arah pengembangan Dakwah
Dalam sub-Bab ini dijelaskan tema pengembangan dakwah selalu berkaitan dengan aspek keilmuan dakwah itu sendiri yaitu (meliputi aspek teoritis, metodologis dan pokok-pokok kajiannya (subject matter) kemudian diselaraskan dengan aspek epistimologis, axiologis dan ontologi keilmuan dakwah menggunakan kerangka kajian sistem komunikasi Islam. Arah pengembangan dakwah Islam secara teoritis meliputi tiga bahasan utama yaitu sosiologi, psikologi dan komunikasi. Adapun syarat suatu komunikasi itu efektif setidaknya menimbukan pengertian, kesenangan, mempengaruhi sikap, menumbuhkan hubungan yang baik, serta dilakukannya tindakan nyata. [4]
            Adapun dijelaskan 4 metodologi penalaran dakwah islam yaitu Al Tharuq al istimbath, Al Tharuq al Iqtibas, Al Tharuq al istiqra’, Al jam’u Bayan u’qul al Shafiyyah wa al Nufus al Zakiyyah.[5].
Dalam sub-bab ini penulis artikel berpendapat bahwa Arah pengembangan ilmu komunikasi Islam dan dakwah, secara aksiologis dapat melengkapi manfaat kebutuhan pengembangan sistem pengelolaan pesan informasi nilai ajaran Islam yang dikemas dalam sistem pers dakwah maupun dengan menggunakan teknologi dakwah sehingga informasi pesan dakwah lebih berorientasi pada kemampuan, kecakapan dan kebebasan penyampaian informasi ruang publik secara massif sehingga menimbulkan perilaku dan kesadaran kolektif secara bersifat lebih efektif dan efisien.

2.      Sistem Komunikasi Islam
Dalam sub-bab ini dijelaskan alasan pentingnya Sistem Komunikasi Islam didasarkan beberapa pertimbangan yaitu :
a.       Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang kian pesat
b.      Islam merupakan ajaran yang berlaku sepanjang perjalanan kehidupan manusia.
c.       Belum meratanya perkembangan teknologi komunikasi masyarakat Muslim.



[4] Rahmad, Jalaludin, “ Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001). hlm. 13
[5] Faizah, dkk., “Psikologi Dakwah”,  (Bandug :  Widyapadjajaran, 2009), hlm. 147



a.       Sistem komunikasi yang begitu kompleks dan beragam.
b.      Sistem komunikasi Islam berbeda dengan sistem komunikasi pada umumnya.

1.      Konsep Dasar Sistem Komunikasi Islam
Dalam sub-bab ini dijelasakan konsep dasar sistem komunikasi Islam berasal dari adanya hubungan dan pola interaksi sosial yang terbina dari umat dan pesan yang disampaikan tidak menimbulkan prasangka dan terjadi proses komunikasi dua arah. Dan dalam sistem komunikasi Islam paling tidak selalu melibatkan sekumpulan unsur komunikasi dan atau dakwah Islam, tujuan sistem komunikasi, wujud atau hasil proses sistem komunikasi selama jangka waktu tertentu, pengelolaan bahan atau data dan atau energy.[6]

2.      Pengembangan dakwah melalui sistem komunikasi Islam
Dalam sub-bab ini dijelaskan arah pengembangan sistem komunikasi selalu dipengaruhi pada realitas kehidupan manusianya, oleh karenanya dalam hal ini pengembangan sistem komunikasi Islam terdiri dari dua hal penting yang mengacu pada dimensi kerisalahan dakwah islamiyah, yaitu sistem pers dakwah yaitu sistem pengelolaan penyebarluasan nilai Islam yang sangat berkaitan dengan peristiwa penting kehidupan manusia.[7] dan Sistem Teknologi Dakwah tentang Ilmu teknologi tabligh dakwah yang meniputi berbagai teknik operasional dalam kegiatan dakwah yang memanfaatkan sarana prasarana teknologi komunikasi yang berkembang di era kekinian seperti teknik produksi, teknik peliputan, teknik penerbitan dan teknik pengembangan feature dan kebijakan strategi informasi Islam[8]







[6] Rachmadi, F.,Sistem Komunikasi: Anaslisis Deskriptif Sistem Pers di Berbagai Negara, (Jakarta: PT. Gramedia, 1999), hlm.  90
[7] Suhandang, Kustadi, “Manajemen Pers Dakwah, (Bandung:  Marja, 2007), hlm. 16
[8] Enjang, A.S, dkk,Dasar-dasar Ilmu Dakwah”, (Bandung: Widya Padjajaran, 2009), hlm. 37



1.      Implikasi Sistem Komunikasi Islam bagi Dakwah Islamiah
Adapun implikasi yang dijelaskan pada sub-bab ini yaitu bagaimana batasan dan cara mengetahui sistem komunikasi Islam, apa saja yang harus diketahui dan dipelajari, apa kemanfaatan sistem komunikasi Islam dalam Kegiatan Dakwah Islamiyah.


B.     Sudut Pandang Penulis
Dalam sudut pandang penulis terkait artikel tersebut, artikel dinilai memiliki isi yang sesuai dengan apa adanya serta dapat mencapai tujuan penelitian yang diingin. Walaupun begitu, artikel hanya efektif untuk pembaca golongan pendidikan tinggi ataupun yang telah menguasai atau terfokus pada materi dan dinilai kurang menarik terhadap pemula karena penggunaan bahasa yang tinggi sehingga membutuhkan pengetahuan yang lebih mendalam kembali.



                                            DAFTAR PUSTAKA


Thomas S. Kuhn. 1996. The Structure of Scientific Revolution 3rd Edition. Chicago:                         University of Chicago Press
Johnson, Doyle Paul, 1989. Sosiologi Klasik dan Modern, Jilid I, (terj) Lawang,                               Robert M. Z. Sosiologi Klasik dan Modern, Jakarta: Gramedia.
Kusnawan, Aep (Ed)., 2009. Napak Tilas Perjalanan : Dari Dakwah ke Ilmu Dakwah,                     dalam, Dimensi Ilmu Dakwah : Tinjauan Dakwah dari Aspek Ontologi,                               Epistemologi, Aksiologi, hingga Paradigma Pengembangan Profesionalisme,                     Bandung: Widya Padjajaran.
Rahmad, Jalaludin, 2001. Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja
RosdakaryaFaizah, dkk., 2009. Psikologi Dakwah, Bandung: Widyapadjajaran
Rachmadi, F., 1999. Sistem Komunikasi: Anaslisis Deskriptif Sistem Pers di Berbagai                      Negara, Jakarta: PT. Gramedia.
Suhandang, Kustadi, 2007. Manajemen Pers Dakwah, Bandung:  Marja
Enjang, A.S, dkk, 2009. Dasar-dasar Ilmu Dakwah, Bandung: Widya Padjajaran